Menjelang Hari Raya Idul Fitri, program Mudik Gratis Jawa Tengah 2026 kembali digelar untuk membantu para perantau pulang ke kampung halaman. Sebanyak 326 bus diberangkatkan dari kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, untuk mengantar sekitar 20.000 warga perantau asal Jawa Tengah menuju berbagai daerah di provinsi tersebut.
Program mudik gratis ini diselenggarakan oleh Paguyuban Jawa Tengah bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Pelepasan rombongan pemudik dilakukan di halaman Museum Purna Bhakti Pertiwi yang berada di kompleks TMII pada Senin pagi.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Mudik Gampang Balik Tenang”, yang menjadi simbol kemudahan bagi masyarakat perantau untuk pulang kampung tanpa harus memikirkan biaya perjalanan yang cukup besar menjelang Lebaran.
Ketua Panitia Mudik Gratis Paguyuban Jawa Tengah, Dr H Noor Rohmat SH, menjelaskan bahwa program ini ditujukan untuk membantu masyarakat asal Jawa Tengah yang bekerja di wilayah Jabodetabek.
Menurutnya, banyak perantau yang ingin pulang kampung saat Lebaran namun terkendala biaya transportasi yang meningkat menjelang hari raya. Karena itu, melalui program mudik gratis 2026, sekitar dua puluh ribu perantau difasilitasi agar dapat kembali ke kampung halaman dengan aman dan nyaman.
Para pemudik tersebut diberangkatkan menuju 35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah menggunakan ratusan armada bus yang telah disiapkan panitia.
Acara pelepasan pemudik di TMII turut dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang secara langsung melepas keberangkatan ratusan bus tersebut.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa program mudik gratis ini merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat, khususnya para perantau yang bekerja di kota besar.
Menurutnya, para perantau memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian daerah, sehingga pemerintah perlu hadir memberikan fasilitas agar mereka dapat pulang kampung dengan lebih mudah menjelang Idul Fitri.
Ia juga menyampaikan bahwa minat masyarakat terhadap program mudik gratis Jawa Tengah terus meningkat setiap tahunnya.
Program mudik gratis ini secara khusus diperuntukkan bagi masyarakat dari sektor informal yang bekerja di Jakarta dan wilayah sekitarnya.
Beberapa profesi yang mendapatkan prioritas dalam program ini antara lain:
Pedagang kaki lima
Tukang bakso
Pengemudi ojek online
Asisten rumah tangga
Kuli bangunan
Mahasiswa perantauan
Penyandang disabilitas
Kelompok masyarakat tersebut sering menghadapi kesulitan membeli tiket transportasi karena harga yang cenderung meningkat menjelang musim mudik Lebaran.
Dengan adanya program mudik gratis dari TMII, mereka dapat pulang ke kampung halaman tanpa harus mengeluarkan biaya transportasi yang mahal.
Selain memberikan kemudahan akses transportasi, program Mudik Gratis Jawa Tengah 2026 juga membantu masyarakat menghemat biaya perjalanan.
Sebagai gambaran, harga tiket perjalanan menuju beberapa wilayah di Jawa Tengah seperti Boyolali dapat mencapai sekitar Rp650.000 untuk sekali perjalanan.
Melalui fasilitas mudik gratis ini, para pemudik dapat menghemat biaya tersebut dan memanfaatkannya untuk kebutuhan Lebaran bersama keluarga di kampung halaman.
Pemerintah juga berharap dana yang dihemat dari biaya transportasi dapat dibelanjakan di daerah asal sehingga dapat membantu meningkatkan aktivitas ekonomi lokal selama momentum Idul Fitri.
Ketua Umum Paguyuban Jawa Tengah, KRAT Dr Drs H Leles Sudarnanto Mangun Nagoro MM MBA, menyampaikan bahwa program mudik gratis ini merupakan hasil kerja sama antara berbagai pihak.
Selain didukung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, paguyuban juga berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk membantu para perantau asal Jawa Tengah.
Ia menjelaskan bahwa pada 17 Maret, akan ada keberangkatan tambahan melalui program mudik gratis yang difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Kolaborasi ini menunjukkan semangat kebersamaan antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam membantu para perantau agar dapat pulang kampung dengan aman dan nyaman.
Program Mudik Gratis 2026 Jawa Tengah menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap masyarakat perantauan yang ingin merayakan Idul Fitri bersama keluarga di kampung halaman.
Dengan adanya fasilitas transportasi gratis ini, ribuan warga Jawa Tengah yang bekerja di Jakarta dan sekitarnya dapat kembali berkumpul dengan keluarga tanpa harus terbebani biaya perjalanan.
Diharapkan program seperti ini dapat terus dilaksanakan di masa mendatang sehingga semakin banyak masyarakat yang terbantu dalam perjalanan mudik saat musim Lebaran.
Copyright @ 2025 PT Grand Darusalam Jakarta - Salma Tour & TRavel