Cara memakai kain ihram perlu kamu pahami sebelum memasuki miqat. Kain ihram untuk laki-laki terdiri dari dua lembar kain putih tanpa jahitan. Saat kamu memakainya dengan benar, proses ibadah menjadi lebih nyaman. Selain itu, tata cara yang tepat juga membantu menjaga kekhusyukan selama melaksanakan umroh atau haji.
Sebelum mengenakannya, kamu perlu melakukan beberapa langkah penting. Mandi sunnah ihram menjadi langkah pertama yang bisa kamu lakukan agar tubuh terasa lebih segar. Setelah itu, kamu bisa memakai wewangian pada tubuh (bukan pada kain ihram). Tujuan langkah ini adalah membuat tubuh tetap nyaman selama ihram.
Selain itu, pastikan kamu membawa sabuk ihram. Sabuk ini membantu menahan kain agar tidak mudah lepas saat kamu bergerak. Dengan persiapan yang rapi, kamu bisa mengenakan kain ihram tanpa merasa repot.
Langkah pertama dalam cara memakai kain ihram adalah mengenakan lembaran kain bagian bawah. Kamu cukup membentangkan kain hingga menutupi pinggang dan membungkusnya mengelilingi tubuh. Setelah itu, kamu bisa melipat bagian atas kain hingga membentuk ikatan yang kuat. Tambahkan sabuk ihram agar kain tidak melorot ketika kamu berjalan.
Saat kamu memakai kain bawah ihram, pastikan posisi kain tidak terlalu panjang. Jika terlalu panjang, kain bisa mengganggu langkah dan membuatmu tidak nyaman saat thawaf atau sa’i.
Lembaran kedua berfungsi sebagai penutup bagian atas tubuh. Cara memakai kain ihram pada bagian ini cukup mudah. Kamu hanya perlu meletakkannya di pundak kiri dan membiarkan pundak kanan terbuka saat melaksanakan thawaf, sesuai sunnah. Setelah menyelesaikan thawaf, kamu bisa kembali menutup kedua pundak.
Pastikan kain atas menutup bagian punggung dengan baik. Lipat bagian depan kain jika terasa terlalu panjang. Tujuannya agar gerakanmu tetap leluasa selama ibadah.
Untuk menjaga kenyamanan, kamu bisa menggunakan sabuk ihram yang kuat dan tidak licin. Pilih sabuk dengan kantong kecil agar kamu bisa menyimpan barang kecil seperti kartu hotel atau uang receh. Selain sabuk, kamu juga bisa memaksimalkan lipatan kain agar lebih stabil.
Cobalah berjalan beberapa langkah setelah memakai ihram. Langkah ini membantu mengecek apakah kain sudah menempel dengan pas. Jika terasa longgar, kamu bisa memperbaiki lipatan sebelum berangkat menuju masjid.
Beberapa jamaah sering memakai ihram terlalu tinggi atau terlalu rendah. Jika terlalu tinggi, kain tidak menutupi area yang seharusnya tertutup. Jika terlalu rendah, kain bisa mengganggu langkah saat thawaf. Selain itu, hindari memasang peniti atau jahitan apa pun pada kain ihram, karena hal itu dapat membatalkan status ihram.
Saat kamu memahami cara memakai kain ihram dengan benar, ibadahmu menjadi lebih mudah. Kamu bisa fokus pada niat dan aktivitas ibadah tanpa merasa terganggu oleh pakaian.
Untuk jamaah yang berangkat bersama Grand Darusalam Jakarta, kamu dapat mengikuti pelatihan manasik rutin yang sudah disiapkan. Bimbingan ini membantu kamu mempraktikkan cara memakai kain ihram secara langsung. Selain itu, kamu juga bisa memahami tata cara ibadah lain seperti thawaf, sa’i, dan wukuf.
Menikmati Perjalanan Dari Madinah ke Makkah Menggunakan Kereta Cepat Al Haramain Express

Copyright @ 2025 PT Grand Darusalam Jakarta - Salma Tour & TRavel